TIM Program Pengabdian UMM dan PKBM ‘Aisyiyah Dau Mengadakan Pelatihan Menjahit bagi Masyarakat

CIMG7739

Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., Anggota TIM Pengabdian UMM, membuka pelatihan menjahit di Kantor Aula Kantor PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang.

Pada pertengahan tahun 2013 ini Tim Dosen Ilmu Pemerintahan Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., dan Drs. Jainuri, M.Si., kembali menjalankan program pengabdian kepada masyarakat. Program pengabdian yang mendapat dukungan penuh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) ini berupa pengadaan fasilitas menjahit seperti mesin Jahit, Mesin, Mesin Neci, Mesin Bordir, dan Komputer.

Fasilitas tersebut diserahkan kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ‘Aisyiyah Dau Malang untuk digunakan sebagai sarana penyelenggaraan kursus menjahit bagi masyarakat belum mampu. PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang mengaku sangat senang dengan program pengabdian dari dosen Ilmu Pemerintahan UMM. “Kami sangat senang dengan bantuan dari Tim Pengadian Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang”, tutur Ketua PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang, Salahudin, M.Si.

CIMG7759

Sri Subekti, S.Pd. M.Pd., Tutor Pelatihan Menjahit, sedang memberikan arahan kepada peserta pelatihan menjahit.

Pada saat ini melalui fasilitas menjahit yang diberikan Tim Pengabdian PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang mengadakan pelatihan menjahit berupa pelatihan bordir, lukis, jahit biasa, gambar pola, dan membuat lubang kancing. Pelatihan menjahit yang dilaksanakan PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang bersama Tim Pengabdian mendapat respon positif dari warga masyarakat. Pada saat ini peserta kursus menjahit mencapai 30 orang warga masyarakat. Pelatihan menjahit ini tidak dipungut biaya kecuali peserta mengeluarkan biaya untuk membeli peralatan pelatihan berupa kain, garis, pensil, gunting, dan benang. “Pelatihan ini mendapat respon baik dari warga masyarakat”, tutur ketua PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang.

CIMG7769Sementara itu, Drs. Jainuri, M.Si., ketua Tim Program Pengabdian, sangat berharap dengan adanya program pengabdian yang dijalankan bersama anggota Tim-nya dapat membantu warga masyarakat untuk memiliki keterampilan menjahit sebagai modal dasar untuk pemberdayaan perekonomian. “Kami berharap program pengabdian ini bermanfaat positif bagi masyarakat belum mampu”, tuturnya berharap.

2013-10-21 16.22.35

Peserta Kursus sedang mengikuti pelatihan melukis di Kantor PKBM Aisyiyah Dau Malang

Saat ini Tim Program Pengabdian dan PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang berupaya keras untuk mengembangkan pelatihan menjahit hingga terciptanya sebuah komunitas didalamnya terdapat peserta kursus menjahit yang saling bahu membahu untuk menjalankan usaha konveksi. “Pada saat ini kami berupaya merintis sebuah komunitas usaha konveksi yang dijalankan oleh peserta dan alumni pelatihan. Melalui ini diharapkan dapat berdampak baik bagi pengembangan perekonomian peserta dan alumni pelatihan”, tutur Jainuri, Ketua Tim Program Pengabdian.

Advertisements

PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang Kembali Menggandeng Tim Program Pengadian UMM Menyelenggarakan Kursus Menjahit dan Bordir

Tanggal 20 Oktober 2013 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ‘Aisyiyah Dau Malang kembali membuka secara resmi pelaksanaan kursus menjahit periode 2013 di Kantor Kantor PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang. Kursus periode 2013 ini sedikit berbeda dengan kursus yang diadakan pada periode 2011 dan 2012. Jika pada periode 2011 dan 2012 PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang  hanya menyelenggarakan  kursus menjahit namun pada periode 2013 ini juga dibuka kursus bordir dan obras. Ketua PKBM Aisyiyah Dau Malang, Salahudin, M.Si., mengatakan “kursus periode ini berbeda dengan periode lalu, kursus periode ini diperluas pada keterampilan bordir dan obras”. Tuturnya.

Pada kursus periode 2013 ini PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang menggandegn Tim Program Pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang sebagai mitra. Kerjasama kedua lembaga tersebut dinilai sangat strategis sebagai upaya menciptakan keterampilan untuk mewujudkan  kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Ketua Tim Pengabdian UMM, Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., mengatakan “kami senang dapat bekerjasama dengan PKBM untuk melaksanakan salah satu tugas kami yakni menjalankan program pengabdian kepada masyarakat”, ujarnya.

PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang Akan Menempati Kantor Baru

Khoiriyah, S.Pt., Ketua Aisyiyah Cabang Dau Malang (Tengah, Berkacamata) bersama pengurus PKBM Aisiyiah Dau Malang

Khoiriyah, S.Pt., Ketua Aisyiyah Cabang Dau Malang (Tengah, Berkacamata) bersama pengurus PKBM Aisiyiah Dau Malang

PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang yang didirikan tahun 2011 lalu ini mendapatkan kepercayaan dari pimpinan Aisyiyah Cabang Dau Malang untuk berkantor di gedung Dakwah yang terletak di Mulyoagung Dau Malang.  “Aisyiyah Dau Malang semakin optimal menjalankan program-program yang dimiliki. “kami berterima kasih kepada pimpinan Cabang Aisyiyah Dau Malang yang telah memberikan kepercayaan untuk berkantor di Gedung Dakwah”, tutur Salahudin, ketua PKBM Aisyiyah Dau Malang ini.

Selama ini PKBM Aisyiyah Dau Malang berkantor di Asrama Panti Asuhan Putri Aisyiyah Dau Malang. Diharapkan dengan memiliki kantor baru PKBM semakin optimal menjalankan program-program yang dimiliki. “Kami berharap dengan adanya kantor baru ini PKBM semakin mantap menunjukkan eksistensi sebagai lembaga yang bermutu untuk mendampingi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan kecerdasan dalam pendidikan”, tutur Khoiriyah,S.Pt., Pimpinan Cabang Aisyiyah Dau Malang.

Sejak didirikan tahun 2011 lalu, PKBM Aisyiyah Dau Malang telah menjalankan dua tahap program kursus menjahit dan berhasil menciptakan keterampilan menjahit bagi masyarakat. Masyarakat mengikuti kursus menjahit tidak dipungut biaya. Kedepan PKBM Aisyiyah Dau Malang akan melanjutkan program kursus menjahit, membuka bimbingan belajar, dan menyediakan taman baca untuk masyarakat umum. Untuk mendukung terlaksananya program tersebut, PKBM Aisyiyah Dau Malang telah menyediakan fasilitas berupa mesin menjahit dan fasilitas lain.

Kursus Menjahit Tahap II Berjalan Lancar

Ketua PKBM A'isyiyah Dau Malang, Salahudin, S.IP., menyampaikan samabutan kepada peserta kursus menjahit tahap II

Ketua PKBM A’isyiyah Dau Malang, Salahudin, S.IP., menyampaikan samabutan kepada peserta kursus menjahit tahap II

Program kursus menjahit tahap II yang dilaksanakan selama empat bulan (September-Desember 2012) dinilai berjalan sesuai harapan. “Alhamdulillah kursus menjahit tahap II berjalan dengan lancar”, ujar Salahudin, S.IP., ketua PKBM Aisyiyah Dau Malang. Peserta kursus merasa beruntung dapat mengikuti kursus menjahit, “saya bersyukur sekali dapat mengikuti kursus menjahit yang diadakan PKBM Aisyiyah Dau Malang. Saya mendapatkan keterampilan menjahit yang nanti dapat menjadi modal untuk berkarya lebih lanjut dan diharapkan menambah pendapatan ekonomi keluarga”,tutur salah satu peserta kursus.IMG_5712

IMG_5730Peserta kursus dibekali ilmu dan keterampilan menjahit dengan cara praktik langsung. Bu Sri, salah satu tutor kursus, mengatakan “kami mengajarkan mereka tentang menjahit lebih banyak pada praktik langsung, teori hanya 20%. Dengan praktik langsung peserta kursus dapat dengan mudah dan cepat memahami bagaimana menjahit. Kami awali dengan membekali peserta dengan pemahaman filosofi menjahit, pengukuran, pembuatan pola, gambar, metode menjahit, dan setelah itu praktik”, jelasnya menjelaskan metode pengajaran.

Tim Program Pengabdian UMM Perkuat PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang

7

Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., Tim Program Pengabdian UMM “IbM PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang.

Tim program pengabdian UMM, Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., dkk, memiliki proposal program pengabdian untuk PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang. Proposal dikhususkan pada penguatan kelembagaan dan jejaring kerjasama PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang. “Proposal pengabdian ini kami khuskan penguatan kelembagaan dan jejarangi kerjasama”, ujarnya di Kantor Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM. Program ini dijalankan mulai bulan februari hingga Juni 2013.

Ketua PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang, salahudin, S.IP.,  menyamput positif program pengabdian tersebut. “Sangat senang dengan adanya program pengabdian dari pihak UMM untuk diterapkan di PKBM kami”, tuturnya.

PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang Mengadakan Kursus Menjahit Tahap II

Rapat Pengurus PKBM Aisyiyah Dau Malang, Pengurus Cabang Aisyiyah Dau Malang, dan Tim Program Pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang, dalam rangka pembahasan konsep Kursus Menjahit Tahap II (2012).

Rapat Pengurus PKBM Aisyiyah Dau Malang, Pengurus Cabang Aisyiyah Dau Malang, dan Tim Program Pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang, dalam rangka pembahasan konsep Kursus Menjahit Tahap II (2012).

Setelah berhasil mensukseskan Kursus Menjahit Tahap I pada tahun 2011, PKBM Aisyiyah Dau Malang kembali mengadakan kursus menjahit tahap II di tahun 2012. Kursus menjahit tahap II difokuskan pada dua bentuk kegiatan, yakni pembinaan peserta kursus tahap I dan pembekalan materi dasar untuk peserta baru. Salahudin, S.IP., ketua PKBM Aisyiyah Dau Malang, mengatakan “kursus menjahit tahap II ini difokuskan pada pembinaan yang berkelanjutan bagi peserta kursus tahap I, dan membekali materi dasar bagi peserta baru”, ujarnya di Kantor PKBM Aisyiyah Dau Malang, Perum Pondok Indah Sengkaling Malang.

Konsep pembinaan berkelanjutan bagi peserta tahap I bertujuan agar keterampilan

Mesin Jahit PKBM 'Aisyiyah Dau Malang. Mesin Jahit ini hasil swadaya pengurus Aisyiyah Dau Malang.

Mesin Jahit PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang. Mesin Jahit ini hasil swadaya pengurus Aisyiyah Dau Malang.

menjahit yang dimiliki memiliki manfaat secara ekonomi dan sosial bagi peserta masing-masing. “Pembinaan bagi peserta I bertujuan agar ada keberlanjutan dari kursus yang diadakan dan memberi dampak ekonomi dan sosial bagi peserta masing-masing. Pembinaan akan dikonsepkan dalam bentuk pelatihan, training, dan desiminasi kerjasama dengan pengusaha-pengusaha konveksi yang sudah mapan”, tuturnya.

Peserta kursus menjahit tahap II dikhususkan bagi anak panti Putri Aisyiyah Dau

Malang dan masyarakat yang tidak mampu di sekitar daerah Dau Malang. “Kursus yang diadakan ini benar-benar berorientasi sosial bukan keuntungan ekonomi. Kursus tidak dipungut biaya, tutor tidak mendapat gaji, mereka hanya relawan dan sukarela untuk ikut serta mewujudkan masyarakat yang terampil dan sejahterah”, Jelasnya.

PKBM Aisyiyah Dau Malang Mengadakan Pelatihan Kursus Menjahit Tahap I

IMG1467A

Peserta Kursus sedang Praktik Pengukuran

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ‘Aisyiyah Dau Malang merupakan institusi pendidikan non formal yang didirikan sebagai sarana belajar untuk pengembangan keterampilan masyarakat seperti keterampilan baca tulis, menjahit, mendidirikan usaha, dan keterampilan lain yang dibutuhkan masyarakat pada umumnya. PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang adalah institusi pendidikan non formal dibawah naungan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Malang. PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang dipandang strategis dalam membantu mewujudkan keterampilan masyarakat dengan alasan: (1) berada pada daerah yang kondusif untuk belajar mengajar, (2) memiliki SDM yang mempuni dalam mengajar dan mendampingi masyarakat, dan (3) tingginya minat masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang didirikan pada bulan Januari tahun 2012. Pendirian PKBM ini disebabkan oleh banyak faktor diantaranya: (1) Daerah Kabupaten Malang masih minim akan keberadaan PKBM, (2) Masyarakat Kabupaten Malang sangat membutuhkan media belajara seperti PKBM, dan (3) masyarakat Kabupaten Malang khususnya di desa-desa terplosok tergolong tinggi angka buta aksara dan minim keterampilan. Atas dasar tersebut, beberapa pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Dau Malang berinisiatif mendirikan PKBM. PKBM ini masih tergolong mudah, namun telah menjalankan program kursus menjahit. Kursus menjahit merupakan program pertama yang dijalankan oleh PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang.

Pengurus PKBM 'Aisyiyah Dau Malang Rapat Konsep Kursus Menjahit Tahap I, 2011

Pengurus PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang Rapat Konsep Kursus Menjahit Tahap I, 2011

Peserta kursus terdapat 29 orang. Peserta tersebut adalah masyarakat yang ada di sekitar Kecamatan Dau Malang.  Kursus dijalankan selama tiga bulan. Dalam kurun waktu tersebut PKBM ‘Asyiyah Dau Malang mampu mewujudkan keterampilan menjahit bagi masyarakat sekitar Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Peserta mampu membuat pola baju, pola jilbab, dan pola rok. Selain membuat pola, peserta juga mampu menjahit dengan baik dan sempurna. Sebagai upaya yang berorientasi berkelanjutan, peserta kursus yang telah dibekali keterampilan menjahit tersebut didistribusikan pada mitra usaha konveksi. Langkah ini perlu dilakukan agar keterampilan yang didapatkan melalui program kursus menjahit tidak sia-sia. Selain didistribusikan pada mitra usaha konveksi, PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang memberikan bantuan berupa peminjaman mesin jahit kepada peserta kursus sebagai modal awal rintisan usaha konveksi secara mandiri.

Dalam menjalankan program di atas terdapat kendala utama yang dihadapi PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang, yakni keterbatasan fasilitas pendukung yang dimiliki seperti mesin menjahit, tempat kursus yang sangat sempit, tutor kursus masih sangat sedikit, dan terdapat beberapa peserta kursus yang minim akan pengetahuan teknologi informasi seperti computer dan internet. Kendala-kendala tersebut diatasi dengan bijak oleh PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang dengan memberdayakan Sumber Daya Manusia yang dimiliki.

Kantor PKBM 'Aisyiyah Dau Malang, Perum Pondok Indah Sengkaling Malang

Kantor PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang, Perum Pondok Indah Sengkaling Malang

PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang melakukan pemberdayaan masyrakat melalui program kursus menjahit seperti dijelaskan di atas dipandang sebagai program strategis, karena keterampilan menjahit sangat prospek untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu khususnya, dengan alasan: (1) di era sekarang ini masyarakat memiliki trand menggunakan pakaian hasil dari jahitan atau konveksi, (2) kebutuhan pelajar terhadap pakaian sekolah hasil jahitan atau konveksi sangat tinggi, (3) kebutuhan kantoran terhadap pakaian dinas hasil jahitan atau konveksi sangat tinggi, dan (4) perkembangan teknologi informasi sebagai pendukung keteranpilan menjahit sangat menjanjikan untuk membangun usaha konveksi.

Sebagai langkah dalam memperkuat dan mengembangkan usaha konveksi yang dikelolah oleh PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang melalui peserta kursus menjahit yang sukses menguasai keterampilan menjahit, maka dibutuhkan mitra.  Berdasarkan hasil survei dan diskusi Tim IbM, bahwa mitra yang memiliki spirit wirausaha yang sama, saling melengkapi akan ketersedian bahan baku, saling melengkapi akan ketersedian sumber daya yang ada, dan saling menguntungkan secara ekonomi, adalah Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau Malang, dengan alasan: (1) Secara geografis PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang dengan Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau Malang sangat dekat, sehingga akses dalam membangun hubungan sangat lancer, (2) Kedua lembaga tersebut memiliki pemahan yang sama tentang arah pengembangan usaha, (3) Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau Malang memiliki gedung yang dapat dimanfaatkan oleh PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang, (4) Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau Malang memiliki banyak mitra dengan

Mesin Jahit PKBM 'Aisyiyah Dau Malang. Mesin Jahit ini hasil swadaya pengurus Aisyiyah Dau Malang.

Mesin Jahit PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang. Mesin Jahit ini hasil swadaya pengurus Aisyiyah Dau Malang.

institusi pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang sebagai tempat pemasaran hasil karya peserta kursus menjahit baik yang dihasilkan pada usaha konveksi orang lain maupun dihasilkan melalui usaha mandiri, dan (5) Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau Malang memiliki banyak SDM  yang dapat diberdayakan dengan saling menguntungkan.

Melalui pengusulan IbM ini diharapkan dapat membantu PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang dan Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau Malang untuk mengembangkan program kursus menjahit dan mampu mewujudkan usaha konveksi mandiri bagi peserta kursus menjahit yang diselenggarakan oleh PKBM ‘Aisyiyah Dau Malang.